[simple_crumbs root="Home" /]
Mazmur 43 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku (terjemahan lain: Engkaulah Allah kubu bentengku). Daud mengeluh bahwa hidupnya dihabiskan dalam berduka, sebab kelihatannya ia ditinggalkan di bawah kehendak musuh-musuhnya. Tetapi ia mengangkat hal berikut sebagai perisai, bahwa di masa lalu ia mengalami kuasa Allah menyertainya. Ia yakin, bahwa musuh-musuhnya tidak punya kuasa untuk menyakitinya, kecuali jika Allah mengijinkan mereka. Maka ia bertanya, bagaimana bisa terjadi, bahwa musuh-musuhnya menang di atasnya sementara ia ada di bawah perlindungan dan perwalian Allah yang pasti. Dari semua itu, ia mengumpulkan kekuatan untuk berdoa, supaya Allah kembali berkenan menyatakan karunia-Nya padanya, yang sekarang seperti tersembunyi untuk sementara waktu. Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun. Untuk menguatkan pengharapannya memperoleh karunia Allah, Daud tenang dalam kepastian akan hal ini: Allah, yang setia dan tidak menipu siapapun, telah berjanji menolong hamba-hamba-Nya. Pengetahuan akan karunia ilahi, harus dicari dalam Firman Tuhan. Iman tidak punya dasar lain yang bisa disandarkan, kecuali Firman-Nya. Tetapi ketika Allah mengulurkan tangan-Nya untuk menolong kita, pengalaman tersebut adaalh peneguhan yang kuat akan baik Firman dan iman. Supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus. Penyebab utama dari kesedihan Daud adalah ia dibuang dari jemaat orang kudus. Daud meletakkan puncak segala kenikmatannya dalam hal berikut, bahwa ia bebas mengambil bagian dalam praktek ibadah, dan menyembah Allah dalam tempat kudus-Nya. Secara tersirat Daud bersumpah akan memberikan korban syukur pada Allah. Sasaran yang ia tuju dalam memohon pertolongan dari penderitaannya adalah, supaya ia dapat kembali dengan bebas ke tempat kudus Allah, yang tidak diijinkan para musuhnya. Haruslah kita perhatikan, meski Daud kehilangan istri, harta, rumah, dan segala kenyamanan duniawi, namun demikian besar kerinduannya datang ke Bait Allah, sehingga semua yang lain terlupakan. Gairah kudus Daud ini harus diteladani semua orang beriman. Heart Aflame: Daily Readings from Calvin on the Psalms by John Calvin
^