Hari Pentakosta – Bagaimana kita bersikap kepada Roh Kudus

Pengkhotbah: Pdt. Agus Marjanto, M.Th
Efesus 4:30 dan 1 Tesalonika 5:19

Dua ayat di dalam Alkitab yang harus kita ingat selalu dan yang Tuhan kehendaki untuk kita kerjakan di hadapan Roh Kudus-Nya. Efesus 4:30 “Jangan mendukakan Roh Kudus” dan 1Tesalonika 5:19 “Janganlah padamkan Roh“. Mengerti tentang siapa pribadi Roh Kudus dan apa pekerjaannya merupakan salah satu bidang di dalam teologia dan di dalam tafsiran Alkitab yang paling banyak di salah mengerti oleh gereja masa kini. Billy Graham bertanya kepada seorang hamba Tuhan yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan apa yang harus diajarkan kepada gereja pada masa kini, maka hamba Tuhan itu kemudian menyatakan, ajarkan Roh kudus itu dengan benar. Dia adalah Allah oknum ketiga, Dialah yang melahirkan gereja, kita tidak bisa memanipulasi Dia dan menggunakan Dia untuk menyatakan sesuatu otoritas atau untuk menyatakan sesuatu mujizat yang menipu umat manusia, yang sebenarnya tidak membawa manusia itu dekat dan takut akan Allah. Alkitab menyatakan biarlah gereja jangan mendukakan Roh Kudus, biarlah gereja tidak memadamkan Roh kudus.

Roh Kudus adalah pribadi oknum ketiga. Pribadi, berarti Dia memiliki pikiran, perasaan, dan kehendak. Kita harus sinkron dengan pikiran-Nya, kehendak-Nya, dan perasaan-Nya, menghormati pribadi-Nya. Banyak orang mengatakan kepada orang lain atau melakukan suatu tindakan menghembus, maka orang itu jatuh. Itu adalah sesuatu penghujatan kepada Roh Kudus karena satu-satunya pribadi yang boleh menyatakan hembusan nafas Roh Kudus hanya Allah oknum kedua yaitu Yesus Kristus. Sebelum Yesus Kristus meninggalkan dunia ini, Dia berbicara kepada murid-murid-Nya dan kemudian Dia mengatakan terimalah Roh Kudus dan kemudian Dia menghembuskan nafas-Nya, itu artinya Allah oknum kedua mengirimkan kepada dunia ini Allah oknum ketiga. Allah oknum pertama itu Allah Bapa mengutus Yesus Kristus, Allah oknum kedua yaitu Yesus Kristus mengutus Roh Kudus. Ini adalah prinsip, tidak pernah boleh ada satu hamba Tuhan berani untuk menghembuskan dan menyatakan itu adalah Roh Kudus, ini berarti tidak mengerti akan prinsip Alkitab dan tidak mengenal Allah. Kita harus menanam di dalam hidup kita bahwa Roh Kudus itu begitu penting dan Roh Kudus itu pribadi.

I. Jangan mendukakan Roh Kudus. Ini berarti Dia pribadi. Itu juga berarti bahwa ketika gereja mendukakan Roh Kudus, membuat Roh Kudus itu marah, tetapi marah di dalam cinta. Alkitab tidak mengatakan bahwa Roh Kudus marah kepada kita, Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus berduka kepada kita, dan duka itu berarti ada dua gabungan ini, yaitu kemarahan dan cinta. Allah hanya mengatakan 2 hal ini kepada gereja yaitu jangan mendukakan Roh Kudus dan jangan memadamkan Roh Kudus. Di dalam seluruh Alkitab, ada 5 ayat yang dipakai bagaimana manusia berespon kepada Roh Kudus. Tiga ayat dipakai untuk orang yang dibinasakan.

  1. Menentang Roh Kudus. Kalimat dari Stefanus ketika dia sebentar lagi dirajam,” Hai engkau orang Farisi, orang Israel, engkau sama batunya dengan nenek moyangmu yang sudah bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun generasi demi generasi engkau menentang Roh Kudus”.
  2. Menghujat Roh Kudus. Yesus mengatakan, ”dosa terhadap Anak Manusia diampuni, tetapi dosa terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni”. Banyak gereja dan hamba Tuhan salah mengerti ayat ini. Mereka berpikir kalau kita menyatakan miracle itu tidak sejati, kalau kita menyatakan gereja ini tidak beres atau kita mengatakan ini adalah pekerjaan dari setan, kita menyatakan orang itu menghujat Roh Kudus, tidak! Menghujat Roh Kudus itu artinya kita mengeraskan hati untuk tidak mau menerima dan tidak mau takluk kepada Yesus Kristus. Karena pekerjaan Roh kudus yang paling utama adalah menyatakan siapa itu Yesus Kristus.
  3. Mendustai Roh Kudus. Ananias dan Safira menyembunyikan sebagian dari uang hasil penjualan tanah mereka dan mereka menyatakan kepada Petrus bahwa semua adalah hasil penjualan mereka dan mereka persembahkan untuk gereja. Lalu kedua orang itu mati di tempat. Ini mau dinyatakan oleh Tuhan pada waktu gereja mula-mula bahwa di dalam gereja ada orang yang sebenarnya palsu. Tuhan memperlihatkan orang itu sudah menipu hamba Tuhan, orang itu sudah menipu gereja Tuhan lalu kemudian orang itu dimatikan. Ini hanya satu-satunya kejadian di dalam Alkitab. Apakah setelah itu ada orang yang menipu hamba Tuhan yang sejati? Jawabannya tetap ada. Tetapi kenapa tidak dimatikan? Karena Allah itu begitu beranugerah. Tetapi suatu hari pada hari penghakiman, orang-orang itu semua akan dimunculkan. Allah begitu murka terhadap orang itu. Ayat ini selalu menyatakan, bagaimana seseorang itu sejati atau tidak, diukur bagaimana dia memiliki kesungguhan di dalam keuangannya kepada Tuhan. Tiga ayat pertama ini menentang Roh Kudus, menghujat Roh Kudus, mendustai Roh Kudus, tidak ada kata “jangan” di depan. Ketiga ayat ini menyatakan bahwa mereka adalah orang yang pasti dibinasakan. Mereka bukan kaum pilihan, bukan merupakan anggota gereja yang sejati, bukan merupakan anggota gereja yang kudus dan am, gereja yang tidak terlihat. Orang itu mungkin pergi ke gereja, bisa berdiskusi teologi, dan melayani dengan kita, tetapi sebenarnya dia bukan orang yang sejati. Maka Alkitab tidak pernah mengatakan jangan engkau menentang Roh Kudus, jangan engkau menghujat Roh Kudus, jangan engkau mendustai Roh Kudus, tidak! Alkitab mengatakan dia menentang Roh Kudus, dia menghujat Roh Kudus, dia mendustai Roh Kudus. Tetapi kepada anak-anak Tuhan, Alkitab mengatakan dua ayat ini “jangan engkau mendukakan Roh Kudus dan jangan engkau itu memadamkan Roh Kudus”.

II. Jangan memadamkan Roh. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa Roh Kudus digambarkan sebagai api yang menyucikan dan memurnikan gereja Tuhan. Roh Kudus adalah api yang memberikan kuasa berperang untuk Tuhan di hadapan dunia. Dia adalah api yang menimbulkan cinta di dalam diri kita bagi Allah. Dia adalah api yang mengiluminasi Firman bagi gereja Tuhan untuk kita boleh mengerti isi hati Allah. Dia adalah api yang membakar hati gereja untuk berjuang bagi Injil. Alkitab mengatakan secara pribadi Roh Kudus tidak mungkin bisa dipadamkan. Secara pribadi, kita adalah manusia ciptaan dan Dia adalah Pencipta, tak mungkin kita melawan Pencipta kita. Secara pribadi, Dia tidak bisa dipadamkan tetapi apa yang ayat Alkitab itu katakan, Roh Kudus sangat mungkin menarik Diri-Nya, tidak lagi beroperasi, tidak lagi bekerja secara jelas di dalam sebuah gereja, di dalam sebuah keluarga atau di dalam pribadi kita. Hal ini bisa terjadi karena kita tidak lagi menghargai Dia. Jikalau Dia sudah menarik diri maka seluruh hidup kita menjadi sia-sia. Jikalau Dia sudah keluar dari sebuah gereja, sebesar apapun gerejanya, di hadapan Dia itu nothing. Jika kita mendukakan Dia, suatu hari Dia akan menarik Diri-Nya dan pekerjaan-Nya tidak begitu jelas lagi kita lihat dan kita makin lama akan melalui suatu degradasi kerohanian.

Calvin mengatakan bahwa Roh Kudus itu adalah ibu dari gereja. Di dalam keluarga jikalau tidak ada seorang ibu maka anak-anak akan menjadi liar dan tidak ada masa depan. Itu yang terjadi kepada diri kita dan gereja Tuhan jikalau Roh Kudus meninggalkan kita. Di dalam Alkitab ada dua hal ini. Dalam Perjanjian Lama yaitu imam Eli (1 Samuel 2). Allah menarik seluruh berkat-Nya dari imam Eli, orang yang diurapi Allah untuk menjaga seluruh Israel, tetapi kedua anaknya, Hofni dan Pinehas, berbuat seenak-enaknya di dalam Bait Suci. Eli sudah memperingati anak-anaknya jangan berbuat seperti itu tetapi di hadapan Allah, Eli tidak sungguh-sungguh menegur dengan begitu tajam kepada anak-anaknya. Tuhan begitu marah dan intinya Aku akan meninggalkan engkau dan Aku akan mengurapi orang lain yaitu Samuel. Eli menghormati anaknya lebih daripada Tuhan. Dosa-dosa anaknya dibiarkan sedemikian rupa, ini adalah kecelakaan yang besar. Di dalam Perjanjian Baru, ada satu ayat Alkitab yang menggambarkan Roh Kudus meninggalkan gerejanya, “Aku akan mengambil kaki dian-Ku dari padamu”. Suatu gereja yang sebagus apapun saja, kalau kaki dian itu diambil, maka sudah tidak akan kemungkinan lagi kaki dian itu akan kembali lagi. Biarlah kita boleh menghargai Tuhan dan menghargai Roh Kudus.

Tanda-tanda Roh Kudus itu padam:

  1. Kotbah menjadi tumpul.
  2. Yohanes 16: 8. “Dan kalau Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” Roh Kudus tidak datang untuk menyatakan kesuksesan, kemakmuran, kenyamanan. Richard Sibbes , seorang puritan, menyatakan jikalau Roh Kudus itu datang, Dia akan menyatakan betapa sangat hina kehidupan kita, sangat rendah, sangat kasihan dan itu membuat kita akhirnya menyadari dan berteriak Tuhan kasihani aku. Itu adalah jalan kehidupan bagi orang itu.

  3. Doa menjadi dingin dan layu.
  4. Cek dalam kehidupan doa kita, kalau doa itu makin lama makin dingin dan layu, maka sebenarnya Roh Kudus mulai padam di dalam hidup kita.

  5. Kemalasan dan kenyamanan mulai menyebar.
  6. Saudara mulai malas mendengar kotbah, tidak ada lagi sesuatu yang urgent, biasa saja. Saudara makin malas mengikuti banyak kegiatan. Jika merasa makin nyaman, Roh Kudus sedang meninggalkan saudara, bertobatlah!

  7. Dosa mulai bertumbuh satu per satu dan makin disukai.
  8. Kalau Roh kudus datang dan membakar hati kita, kita makin lama makin jijik, mungkin kita jatuh dalam di dosa itu lagi tetapi kemudian kita berteriak kepada Tuhan meminta pertolongan dan pengampunan. Tetapi kalau Roh Kudus mulai padam, maka dosa itu mulai bertumbuh satu per satu dan makin disukai.

  9. Tidak lagi memiliki kehausan untuk mengenal Allah.
  10. Saudara malas membaca Alkitab, malas mendengarkan kotbah, enggan berbicara mengenai hal-hal rohani, tidak ada kehausan sama sekali. Yeremia mengatakan, “Jikalau engkau mau bermegah jangan karena kekayaan atau kemakmuran, jikalau engkau mau bermegah, bermegahlah karena satu hal ini, yaitu engkau mengerti dan mengenal Aku”. Dan Paulus mengatakan, “Apa yang aku kehendaki, adalah mengenal Dia dan kuasa di dalam kematian-Nya supaya aku boleh dibangkitkan.” Jikalau saudara memiliki satu fokus dalam hidup, aku ingin semakin mengenal Engkau, berbahagialah karena engkau sedang dinyatakan Roh Kudus hadir dalam hidupmu.

  11. Keinginan untuk nama Kristus dimuliakan di dunia ini mulai redup.
  12. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang semakin hari semakin tidak suka penginjilan dan misi, merasa cukup dengan pergi ke gereja saja. Begitu itu terjadi, saudara makin lama akan menjadi makin dingin dan akhirnya beku.

Prinsipnya kita mendukakan dan memadamkan Roh kudus adalah ketika kita bergerak di dalam jalan yang bertentangan dengan Dia. Ada 5 poin bagaimana kita itu mendukakan Roh Kudus:

  1. Jikalau kita menjauhi Firman yang seharusnya menjadi pusat hidup kita.
  2. Pekerjaan Roh Kudus tidak mungkin bisa dipisahkan dari Kristus dan Firman. Kalau seseorang mengatakan aku diurapi Roh Kudus, tetapi dia tidak mengenal Firman itu sesuatu kebohongan, sebaliknya adalah benar ada orang yang mengerti Firman mengenal teologia, tetapi dia tidak diurapi oleh Roh Kudus, itu mungkin terjadi. Martin Lloyd Jones mengatakan the death of orthodoxy, orang yang punya doktrin yang benar mungkinkah mempunyai gereja yang mati? Jawabannya iya, karena tidak ada urapan Roh Kudus. Tetapi di tempat yang lain, kalau orang mengatakan aku diurapi oleh Roh Kudus tetapi firmannya itu tidak benar, itu adalah suatu kebohongan. Mari kita lihat pada hari pertama Pentakosta, Kisah Para Rasul 2:14-40, kotbah Petrus pertama kali ketika dia berhadapan dengan ribuan orang. Petrus mengutip kitab Yoel (ayat 17-21,22,24,25), lalu dia berkotbah bukan tentang Roh Kudus tapi tentang Kristus. Petrus mengutip Firman di dalam Perjanjian Lama dan kemudian dia berbicara mengenai Kristus, sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dia mengatakan, “Bertobatlah engkau! Biarkan dirimu dibaptis dan engkau mendapatkan pengampunan dari Allah”. Ketika Roh Kudus bekerja, tidak mungkin bisa dipisahkan dari Firman dan dari Kristus. Hampir sebagian besar gereja ketika berbicara mengenai Roh Kudus, mereka berbicara mengenai mujizat dan kesembuhan. Di dalam Kisah Para Rasul ini, tidak ada kotbah kesembuhan. Alkitab mengatakan Stefanus dipenuhi oleh Roh Kudus dan dia menyusuri seluruh Perjanjian Lama. Kehebatan dari Stefanus, di depannya ada ratusan orang yang sebentar lagi merajam dia, dengan kuasa Roh Kudus dia mengingat seluruh ayat Alkitab dari sejak Abraham, dan setelah itu dia bicara mengenai Kristus, dan setelah dia bicara mengenai Kristus maka seluruh batu itu datang kepada Dia.

    Roh Kudus akan mencelikkan kita akan Firman, Firman akan mempermuliakan Kristus. Jadi jika hidup kita, gereja dan keluarga kita, bergerak menjauhi Firman yang seharusnya menjadi pusat hidup kita, maka kita sedang mendukakan Roh Kudus. Ada orang yang seakan-akan mendekat kepada gereja, tetapi tidak sampai kepada Firman. Dia hanya menikmati seluruh praise and worship, seluruh kegiatan gereja, tetapi sepanjang hidupnya, tidak pernah mengenal Firman. Alkitab mengatakan “Aku akan memberikan kepadamu penolong yang lain, Aku akan memberikan kepadamu penghibur yang lain” yaitu Roh Kudus untuk membuat engkau mengerti dan mentaati Firman. Alkitab tidak katakan bahwa Dia akan membuat engkau melakukan mujizat. Saya tidak katakan mujizat tidak ada, mujizat tetap ada! Tetapi itu bukan tanda kesejatian. Kalau orang Kristen dibuat terpesona dengan seluruh mujizat tetapi tidak mengerti Firman, maka seluruh pemimpin gereja itu sedang mendukakan Roh Kudus, berdosa kepada Dia. Alkitab mengatakan orang yang mengasihi Aku akan mentaati Firman. Alkitab dengan jelas menyatakan, pada hari terakhir akan banyak orang berseru-seru kepadaku “Tuhan, Tuhan bukankah aku bernubuat demi nama-Mu, bukankah aku mengusir setan demi nama-Mu, bukankah aku membuat mujizat demi nama-Mu?”. Yesus Kristus mengatakan,“Enyahlah engkau dari padaku hai pembuat kejahatan, Aku tidak mengenal engkau!” Jikalau seluruh gerakan hidup kita tidak mendekat kepada Firman, bertobatlah! Sungguh-sungguh minta pengampunan dari Tuhan karena kita sedang mendukakan Roh Kudus Allah, dan jika kita berada di dalam posisi tersebut dan memegang hal itu, saudara akan lihat makin lama hidup saudara akan makin dingin dan kering.

  3. Jikalau kita tidak memberitakan dan mendukung pemberitaan Injil dan misi di dalam bentuk apapun.
  4. Alkitab begitu jelas, dengan kehadiran Roh Kudus dan penyertaannya di dalam gereja adalah “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka di dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ketahuilah bahwa Aku menyertai engkau sampai kepada akhir jaman”. Ayat ini mau menyatakan bahwa ada janji yang begitu jelas, saudara mau menyadari janji penyertaan Tuhan, beritakan Injil! Lihat satu prinsip ini, pertama kali saya dengar dari Pdt. Stephen Tong , saya sudah langsung tahu ini benar. Karena itu bukan saja dari mulut dia, dari seluruh orang yang dipakai oleh Tuhan. Orang yang tidak mengabarkan Injil, maka orang itu makin lama makin dingin. Gereja kalau tidak mengabarkan Injil, gereja itu akan menjadi satu monumen, itu adalah benar. Mengapa harus memberitakan Injil? Karena itu adalah Firman. Jikalau kita memberitakan Injil, entah orang itu datang atau tidak datang dalam gereja kita, api Roh Suci kita terus terjaga. Di dalam sejarah gereja, saudara akan menemukan orang-orang seperti William Carey , seperti A.B. Simpson atau seperti Billy Graham , mereka keluar dari gerejanya, dan beberapa dari mereka, orang-orang gereja Protestan, Presbyterian, Reformed seperti kita. Karena mereka minta untuk gereja memberitakan Injil. William Carey mengabarkan Injil ke India dan gereja pada waktu itu mengatakan “William Carey, kau harus tahu, gereja kita menganut predestinasi, jadi entah kau pergi ke sana atau tidak, orang itu kalau diselamatkan, dia akan tetap diselamatkan. Tidak ada yang salah dengan predestinasi, tetapi mereka salah mengerti denyut jantung Allah. Biarlah kita boleh mengerti, predestinasi mendorong kita untuk memberitakan Injil, bukan untuk menyetopnya. Allah menyertai William Carey yang keluar dari gereja itu untuk memberitakan Injil. Biarlah kita boleh mengerti, kita harus memberitakan Injil. Orang Reformed harus memberitakan Injil. Jangan kita melawan orang yang memberitakan Injil, apapun saja denominasinya, berkati, minta anugerah Tuhan.

  5. Jikalau kita memiliki kesombongan, tidak mau diajar.
  6. Alkitab dengan jelas mengatakan, Roh Kudus mendorong kita untuk memuliakan Kristus dengan hati yang murni. Dan memuliakan Kristus itu adalah dengan mentaati Dia. Di dalam Alkitab dikatakan, Roh itu membawa kita makin rendah hati dan makin rela taat. Ini bicara mengenai attitude of heart, keadaan hati kita, apakah kita mau untuk belajar, mau untuk rela taat. Orang yang memberontak ketika Allah mendidik hidup kita adalah orang yang sombong. Contohnya yaitu orang Israel di padang gurun. Allah mendidik orang Israel selama 40 tahun untuk satu hal yaitu bergantung kepada Allah setiap hari. Tetapi orang yang sambil berjalan, sambil mengikuti Tuhan, sambil bersungut-sungut adalah orang-orang yang mendukakan Roh Kudus.

    Hal yang lain adalah kita tidak sepenuhnya mau mendengar dan taat kepada Firman yang diberitakan/yang dikhotbahkan karena menyakitkan. Dia bekerja seperti x-ray , memberikan kepada kita hal-hal yang perlu dibereskan di dalam seluruh organ dalam hidup kita. Firman itu akan mungkin sangat menyakitkan, tetapi seharusnya kita bersyukur ketika Roh Kudus menyatakan dengan Firman.

    Hal yang lain, kita tidak sepenuhnya mau mendengar dan taat kepada Fiman yang diberitakan ketika mulai muncul spirit criticism yang melihat kesalahan-kesalahan yang sekunder, yang tidak penting, sehingga membuat saudara tidak bisa mengerti secara prinsip dasar apa yang Tuhan mau ajarkan kepada kita. Itu bahaya sekali. Itu mendukakan Roh Kudus. Di dalam Alkitab, ada satu pribadi yang Allah sanjung terus, bahkan ketika dia sudah jatuh dalam dosa, yaitu Daud. Sampai dia memiliki jabatan yang setinggi apapun saja, hati yang mau belajar itu terus menerus ada. Rendah hati. Biarlah kita boleh memiliki satu hati yang mau mendengar, meskipun orang yang berbicara mengenai Firman Tuhan adalah orang yang lebih bodoh dari kita atau kita tidak suka kepada pribadinya. Meskipun yang berbicara Firman Tuhan itu adalah orang yang menyatakan sesuatu data yang tidak akurat, tetapi ketika dia berbicara mengenai Kristus itu adalah suatu kebenaran dan arahnya untuk memuliakan Kristus, kita setuju atau tidak, hal yang penting adalah kita harus mengerti, hari itu, Tuhan memakai orang itu dan mengurapinya untuk berbicara kepada kita. Biarlah kita sungguh-sungguh tidak mendukakan hati Roh Kudus.

  7. Jikalau kita berbuat dosa yang sengaja atau kita menyimpan dosa yang begitu jelas.
  8. Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan mortification of sin . Mematikan dosa. Tetapi jikalau kita malah memberikan bahan bakar untuk dosa itu makin lama makin besar, nafsu itu makin lama makin luas, maka kita sedang melawan Roh Kudus. Kalau kita hidup tenang-tenang saja, tidak ada pergumulan terhadap dosa, itu menyatakan Roh Kudus sedang padam atau mungkin memang saudara bukan milik Roh Kudus. Roh Kudus membuat kita makin sadar akan dosa, dan ketika Dia berbicara, Alkitab dengan jelas menyatakan, Dia bukan roh yang merasuk. Apa perbedaan Roh Kudus dengan setan? Setan itu merasuk, memaksa. Roh Kudus kalau bekerja, Dia akan tegas dan jelas, tetapi Dia tidak pernah akan memaksa kita. Dia adalah Roh yang memiliki kelembutan hati. Oswald Chamber , menyatakan kalau Roh Kudus berbicara, itu lembut, jangan lawan! Ketika kita lawan, maka suatu hari Dia akan diam.

  9. Jikalau ada kemalasan. Kemalasan dan hidup yang nyaman, itu akan merupakan lawan dari pekerjaan Roh Kudus.
  10. Tidak berarti bahwa kita tidak boleh menikmati segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi perhatikan, kalau niat perjuangan itu hilang maka kita mendukakan Roh Kudus. Roh Kudus itu adalah Roh yang menggiatkan gereja, bahan bakar untuk gereja itu bergerak. Orang seperti C.S. Lewis , dia tinggal di England tempat yang begitu nyaman, tetapi Api Roh Kudus tetap ada di dalam dirinya. Dia menulis sedemikian rupa untuk semua orang boleh mengenal Kristus. Dia melakukan apapun saja, seefektif mungkin dalam waktu hidup yang Tuhan berikan, untuk nama Kristus dikenal dan ditakuti. Perhatikan dua ayat Alkitab. Pertama adalah bicara mengenai talenta, kedua adalah bicara mengenai amanat agung. Talenta maka ada satu orang punya satu talenta lalu kemudian dia sembunyikan. Hai hambaku yang malas dan jahat! Seluruh kemalasan tidak bisa ditolelir di dalam hidup kita. “Pergilah keseluruh dunia, beritakan kepada semua makhluk”. Bagaimana saudara memenuhi perintah Allah ini, kalau kita malas? Bahkan pergi ke tempat orang-orang yang ada di depan kita pun, kita tidak lakukan.

Saya berharap gereja ini penuh dengan kekuatan, kerajinan, zealous untuk Tuhan. Saya berharap kiranya Tuhan menolong kita. Hari ini, jika saudara menyadari dosa-dosa yang seakan-akan tidak kelihatan tetapi sebenarnya sudah kita kerjakan, bertobatlah dan minta sekali lagi Roh Kudus untuk membakar hati kita untuk menghidupkan kita, keluargamu, dan juga gereja ini untuk boleh hidup mempermuliakan Dia. Tanpa Dia seluruh ibadah ini kosong. Tanpa Dia seluruh hidup kita menjadi sia-sia. Kiranya kasihan Tuhan menolong hidup kita.