THE GLORY OF CHRIST IN UNEXPECTED PLACES (3)

Lukas 24:5-6, Yohanes 20:11-18

Maria Magdalena terus-menerus ada di dalam beberapa hari penderitaan Kristus. Dia melihat bagaimana Yesus diadili dan Yesus berjalan di dalam Via Dolorosa. Dia melihat dengan mata kepala sendiri berkenaan dengan salib Kristus. Ketika Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus menurunkan mayat Yesus, Maria Magdalena ada di sana. Ketika tubuh Yesus dimasukkan ke dalam kubur, Maria ada di sana. Pagi-pagi benar, Maria pergi ke kubur Yesus sekali lagi untuk memberikan sebuah peringatan kepada Gurunya yang sudah mati, tetapi sesuatu mengejutkan matanya. Batu yang besar itu sudah terguling, Maria cepat-cepat masuk ke dalam kubur itu. Kemudian dia melihat 2 wajah orang yang tidak dikenal, orang tersebut ada di atas kubur Yesus, di kepala dan di kaki-Nya. Itu adalah hari kebangkitan Yesus Kristus. Hari yang akhirnya menjadi pengharapan seluruh orang Kristen yang tadinya melihat Yesus sudah mati.

Mengapa kebangkitan-Nya pada pagi hari? Mengapa kebangkitan-Nya pertama kali ditemukan dan diutarakan oleh Maria Magdalena? Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang di dalam tubuhnya pernah ada 7 setan berkuasa. Melihat prinsip ini, saya sungguh-sungguh tidak mengerti cara kerja Allah. Selain saya mengutarakan kepada saudara-saudara apa yang saya mengerti, yaitu ketika Allah menyatakan kemuliaan-Nya, maka sekaligus Dia menyembunyikan diri-Nya. Di dalam paradoks ini, orang yang bisa melihat kemuliaan Allah di dalam kesembunyian-Nya, di tengah-tengah perendahan-Nya, adalah orang yang dicerahkan oleh Roh Kudus Allah. Orang yang terus-menerus pergi ke gereja tetapi terus berada di dalam dosa adalah orang yang tidak pernah mengalami Roh Kudus karena dia tidak semakin mengenal Kristus dan takut kepada Kristus. Orang itu persis seperti orang Israel yang terus-menerus itu berputar 40 tahun lamanya di padang gurun sampai mati padahal kemuliaan Allah itu nyata di depan mereka. Tiang awan dan tiang api itu ada di depan mereka setiap hari, tetapi mereka tidak pernah takut kepada Allah. Hidupnya terus-menerus bergelimang di dalam dosa yang sama, bahkan lebih parah. Ini bukan masalah penglihatan secara mata, tetapi penglihatan di dalam hati, dan yang bisa membukanya adalah hanya Roh Kudus Allah. Saya berharap kiranya Roh Kudus yang bekerja kepada orang-orang yang sudah Tuhan pilih di dalam dunia, juga bekerja di dalam engkau. Karena tanpa anugerah-Nya, engkau akan melihat kotbah yang indah tetapi tidak pernah berubah, engkau tidak pernah takut kepada Kristus.

Perhatikan baik-baik apa yang menjadi kehidupan Yesus Kristus dan bagaimana cara kerja-Nya di dunia ini. Ketika melihat cara kerja Kristus di dalam Injil, maka kita akan melihat ada 2 bagian besar. Pertama, Dia merendahkan diri-Nya dan yang kedua, Dia dinaikkan (dimuliakan). Ketika Allah rela merendahkan Kristus dan Kristus rela direndahkan oleh Allah, di tengah-tengah inkarnasi, penderitaan-Nya, disalib, mati, dan dikubur, semuanya terlihat oleh semua orang begitu banyak. Tetapi coba lihat peninggian dari Kristus, maka ketika Dia bangkit, pagi-pagi buta dan hanya satu orang pertama kali yang tahu, Maria Magdalena. Saya sungguh-sungguh tidak tahu kenapa berita yang terpenting, yang menjadi pengharapan seluruh dunia harus diberitakan pertama kali oleh Maria Magdalena. Perempuan pada waktu itu tidak memiliki tempat di pengadilan. Perempuan pada waktu itu dianggap kelas kedua. Tetapi mengapa harus Maria Magdalena? Bukankan ini berita yang lebih penting daripada apapun saja di dunia ini? Dan bukan itu saja, mengapa Yesus Kristus memilih perempuan bahkan perempuan yang sudah pernah dirasuk setan. Berita yang terpenting dinyatakan, sekaligus ditutupi oleh Allah. Hanya orang yang ada Roh Kudus di dalamnya akan menyadari berita ini benar. Ini adalah titik di mana saudara dan saya disaring, seluruh dunia disaring. Orang pergi ke gereja, tetapi pikirannya tidak ada di sini. Dia akan pergi ke gereja, hatinya sebenarnya bukan karena menghormati Kristus. Orang itu mungkin berpikir: akulah yang menentukan pergi ke gereja atau tidak. Di saat seperti itu, sebenarnya inilah yang terjadi: Allah sangat mungkin menyaring. Hanya orang yang melihat kemuliaan Kristus di tengah-tengah penderitaan-Nya itulah yang diselamatkan dan orang yang diselamatkan memiliki kerinduan yang besar untuk menyembah Allahnya. Saya berharap kiranya Tuhan tidak menyaring kita. Saya berharap kiranya Roh Kudus mengasihani kita semua dan mengasihani kita semua.

Saya akan membawa saudara kepada kemuliaan Kristus di tempat yang tidak terduga. Pertama adalah tempat di mana Dia itu disalibkan dan kedua saudara melihat kemulian-Nya di dalam kuburan. Dan sekarang, kita akan melihat kemulian-Nya di tengah-tengah kubur yang kosong itu. Saya akan berbicara mengenai 3 suara dari dalam kubur Yesus:

  1. Suara yang pertama adalah suara dari malaikat, “Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah orang mati?”

    Ini adalah proklamasi kemenangan iman Kristen dan Tuhan memberikan keterkejutan kepada seluruh umat manusia sepanjang jaman. Perhatikan baik-baik di tengah-tengah kematian dan kebangkitan Kristus Yesus, ada 2 proklamasi yang terjadi secara umum, dan melampaui dari jaman ke jaman. Perhatikan 2 proklamasi ini dinyatakan di mana. Pertama adalah “It is finished”. Di atas kayu salib. Kedua adalah “Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah orang mati?” Perhatikan dua tempat ini. Ini adalah tempat yang paling menakutkan yang dijumpai oleh manusia. Salib adalah tempat di mana Yesus sekarat. Kubur adalah tempat kematian Yesus Kristus. Apa yang akan menjadi tempat yang paling menakutkan dalam hidup kita? Tempat sekarat kita adalah tempat di mana kita secara eksistensial sendiri. Dan tempat kubur adalah tempat di mana kita paling sendiri. Tidak ada orang yang sanggup mengatakan proklamasi kemenangan di dua tempat ini. Ini adalah kemenangan Kristus. Ini adalah satu penyataan bahwa Kristus itu bukan saja pendiri agama. Dia adalah Tuhan seluruh alam semesta. Dia adalah Allah yang menciptakan manusia. Apa saja penderitaan dan kematian itu menumpuk kepada Dia, Dia pasti bangkit, Dia pasti menang. Ini yang membedakan antara Kristus dengan seluruh pendiri agama. Jangan pernah menyamakan Kristus dengan semua manusia yang lain. Dia itu adalah Allah yang dari atas turun ke dunia dan kembali ke atas. Dan semua pendiri agama dari bawah ingin menuju ke atas dan harus kembali ke kubur. Gereja tidak mendapatkan hidupnya dari seorang pemimpin agama, satu orang pemimpin moral yang matinya ada di dalam kubur. Namun gereja mendapatkan kuasanya dari Tuhan yang sudah bangkit pada diri-Nya sendiri. Ini adalah titik pembalikan seluruhnya. Dan ini adalah penebusan di dalam hidup kita dan titik pemulihan kita.

  2. Lihatlah di dalam Alkitab apa yang terjadi di dalam sejarah. Thomas bahkan tidak mempercayai kebangkitan Kristus, tetapi dengan kebangkitan maka ada titik pemulihan terhadap pribadi Thomas. Kristus datang sendiri kepada Thomas menyatakan tubuh-Nya yang sudah tertusuk oleh paku dan kemudian bangkit. Thomas dipulihkan, dari skeptis menjadi penginjil yang pergi sampai ke India dan mati bagi Kristus. Matius tadinya adalah pemungut cukai. Dia bertobat karena Yesus berbicara kepada dia. Dia pergi ikut Yesus Kristus. Tetapi ketika Yesus di dalam kubur, dia kembali menjadi pemungut cukai. Sama seperti murid-murid Yesus yang lain, ketika Yesus mati, mereka kembali menjadi nelayan di pantai Galilea. Kalimat Yesus sudah dilupakan oleh mereka. Ikut Aku dan engkau akan Ku-jadikan penjala manusia. Apa gunanya Engkau mau mengatakan demikian? Engkau sendiri sudah mati di kubur. Tapi kebangkitan adalah pemulihan. Yesus datang kepada mereka dan mengatakan, “Lemparkan jalamu ke kanan,” dan kemudian mereka itu mengangkatnya. Sudah semalam-malaman aku pergi ke sana dan tidak mendapatkan apa-apa, tetapi orang itu mengatakan lempar jalamu ke kanan, dan ketika aku mengangkatnya, ikan-ikan itu begitu banyak ada di dalam jala itu. Aku tidak kuat untuk mengangkat. Mereka langsung teringat suatu peristiwa berapa tahun yang lalu ada seorang yang pernah mengatakan demikian, hal yang sama terjadi di titik yang sama. Dia melihat, itu Yesus. Petrus kemudian melepaskan seluruh jala itu, lari. Dia melihat ini Yesus. Kebangkitan itu memulihkan segalanya. Itu adalah iman Kristen.

    Sebagai hamba Tuhan saya katakan kepadamu, dengan ketulusan dan kejujuran, di mana lagi engkau akan melabuhkan jiwamu kecuali kepada Yesus Kristus yang mati dan bangkit? Bukankah hatimu bergetar seperti ini karena jiwamu memang diciptakan oleh kalimat dari Dia? Kembali seluruh jiwa yang sudah diciptakan oleh Kristus, kembali kepada Kristus. Engkau sudah diciptakan dan engkau sudah ditebus oleh Dia. Engkau tidak akan mendapatkan kebahagiaan dan pemulihan dalam hidupmu kecuali engkau mengenal-Nya. Jangan hanya engkau senang dengan mengerti kekristenan, tetapi minta Allah menyatakan Roh-Nya untuk mengerti Firman-Nya. Suara ini adalah suara pemulihan semua manusia yang diciptakan. Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah orang mati?

  3. Suara yang kedua dikatakan oleh malaikat dan oleh Yesus kepada Maria Magdalena, “Mengapa engkau menangis?”

    Kalimat yang kedua, yang menusuk hati, mau menyadarkan Maria Magdalena. Di dalam kalimat ini, Allah mau menyatakan bahwa segala air mata dan penderitaan karena Kristus tidak lagi menjadi hal yang negatif di dalamnya. Itu akan menjadi hal yang mulia. Apapun saja yang di dalam Kristus yang penderitaan itu dilakukan di dalam Kristus, itu akan menjadi hal yang mulia. Saya akan memberikan prinsip teologisnya. Ada dua peristiwa yang di akhir dari kehidupan Yesus Kristus yang Alkitab katakan, yaitu penderitaan yang berujung kepada salib dan yang kedua adalah kebangkitan. Salib tanpa kebangkitan, Paulus menyatakan, “Sia-sialah kita hidup.” Salib tanpa kebangkitan adalah persis seperti pendiri agama semuanya. Tetapi meskipun begitu mengapa agama Kristen itu lambangnya adalah salib dan bukan kubur yang terbuka? Dan mengapa di dalam tulisan Alkitab peristiwa salib lebih banyak daripada kubur yang terbuka? Apa arti yang Tuhan mau katakan? Perhatikan baik-baik, salib tanpa kubur yang terbuka, nothing, tetapi salib dengan kubur yang terbuka, maka kubur yang terbuka itu akan meninggikan salib pada tempat yang paling tinggi.

    Maria Magdalena adalah orang yang sudah melihat jalan salib. Yohanes adalah murid Yesus satu-satunya yang melihat salib Yesus. Maria Ibu Yesus melihat salib itu seperti pedang di dalam hatinya. Jika tidak ada kebangkitan, apa yang terjadi pada orang-orang ini. Maka orang-orang ini akan mengatakan bahwa Yesus itu adalah orang baik yang disalib yang sangat kasihan. Dia adalah orang yang bermoral tinggi yang suci, yang disalib yang sungguh kasihan. Orang-orang ini akan bersimpati karena kematian Kristus. Orang-orang ini akan berujung pada mengasihani diri sendiri karena hatinya juga remuk karena Kristus mati. Maria Magdalena akan terus mengingat seorang guru yang baik yang mati. Yohanes anak guruh/guntur itu ketika melihat salib itu mungkin akan menjadi satu murid yang paling marah dan sakit hati. Ada kepahitan di dalam hatinya. Tetapi, ketika mereka melihat kebangkitan, kebangkitan itu meninggikan salib pada tahta-Nya. Maria ibu Yesus sekarang akan tersenyum lebar, pedang ini adalah pedang yang berharga. Aku punya penderitaan yang berarti. Aku punya air mata yang Tuhan tidak lupakan yang sekarang berubah menjadi sorak kegembiraan. Mengapa aku bisa bersorak gembira? Karena aku pernah berbagian di dalam penderitaan-Nya.

    Di dalam Kristus, jerih payah kita tidak akan sia-sia, orang yang menderita bagi Dia akan diubah menjadi suatu penderitaan yang mulia. Terhadap Maria Magdalena yang sudah mengikuti jalan salib Kristus, Allah menyatakan, “Mengapa engkau menangis?” Pada saatnya nanti ketika kita berkumpul di surga, maka semua orang yang berjerih lelah, yang hatinya remuk karena Kristus, yang menderita karena penderitaan Kristus menimpa dia, yang menyatakan Kristus di tengah-tengah penolakan, yang darahnya dialirkan yaitu orang-orang Kristen yang menjadi martir, Yesus Kristus akan berdiri di tahta itu dan menghapus seluruh air mata dan mereka semua akan mengucap syukur karena kesempatan untuk menderita bersama Kristus. Pedang yang meyakitkan itu sekarang menjadi harta karun Maria ibu Yesus. Mengerti ini, saya teringat pada salah satu saudari kami yang baru saja meninggalkan kami karena sakit kanker. Di tengah sakitnya, dia terus memuji Tuhan karena dia menyadari bahwa itu bagian yang Tuhan tentukan untuk dia menderita sambil terus memuji Tuhan. Bukan saja dia tidak kehilangan iman, tetapi dia terus memuji Tuhan di dalam panggilannya sebagai seorang penderita kanker. Ketika dia meninggal, semua dari kita menangis, tetapi ketika saya melihat ayat ini, Allah menyatakan kepada kita “Mengapa engkau menangis?” Penderitaan itu menjadi mahkota bagi dia dan kemuliaan bagi Allah.

    Ada dua tangisan air mata. Ketika kita hidup di tengah-tengah dunia ini dan menanggung kesakitan dan penderitaan dan salib Kristus, sangat mungkin kita menangis. Tangisan itu akan dirubah menjadi air mata kemenangan. Ini prinsip pemulihan dalam kebangkitan. Sebaliknya, orang yang hidupnya seenak-enaknya saja di dunia, mereka yang berpikir bahwa pergi ke gereja itu hanya suatu kewajiban, yang memberi karena berpikir bahwa Tuhan membutuhkan, yang memberi prime time bukan untuk Tuhan tetapi untuk keluarga, yang memberi uang yang terbanyak untuk anak cucu bukan untuk Tuhan, pada saatnya nanti di surga bila mereka masuk ke dalamnya, maka tertawa mereka akan menjadi tangisan di dalam kekekalan. Kenapa tidak kerja untuk Tuhan lebih, kenapa tubuh yang sehat tidak dipersembahkan kepada Kristus, kenapa uang yang terbaik tidak diberikan kepada Tuhan, kenapa pikiran yang cemerlang tidak diberikan untuk kemuliaan Tuhan. Akan terjadi tangisan seumur kekekalan. Ini prinsip manusia hidup di dunia dan kekekalan. Mana yang akan dipilih?

  4. Seruan ketiga, “Maria!” adalah seruan dari Yesus kepada Maria yang dikatakan dengan lembut tapi jelas.

    Maria di tengah-tengah kegalauannya, setelah bertemu dengan dua orang di dalam kubur itu, karena kesedihan yang begitu dalam, dia tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian dia keluar dari kubur itu dan mencari ke kanan dan ke kiri dan kemudian dia merebahkan diri sampai kemudian ada seseorang yang berdiri di depannya mengatakan: “Siapa yang engkau cari?” Maria berpikir bahwa itu adalah penunggu taman. Rembrandt melukiskan peristiwa itu dalam lukisannya dengan tepat. Lihat bagaimana Maria tidak bisa mengerti apa yang terjadi pada waktu itu. Dua malaikat di depannya, kemudian Yesus berdiri di depannya bertanya, “Siapa yang engkau cari?” Maria mengatakan, “Tuan apakah engkau mengambil jasad Tuan-ku? Bila iya, beritahu aku di mana jasad itu?” Maria dengan kesedihan yang luar biasa mengira Yesus adalah penjaga taman. Kubur Yesus memang diletakkan di taman, dan dari tempat itu ada hal yang indah yang Alkitab katakan. Alkitab menyebutkan tiga taman yaitu Eden, Getsemani, dan taman kuburan Yesus.

    Di Eden yang indah itu, manusia diciptakan dengan tangan Allah. Ini adalah tindakan personal pribadi Allah kepada pribadi kita. Allah menciptakan manusia berlainan dengan seluruh alam semesta. Allah hanya menyatakan dengan perkataan “jadilah terang” maka terang itu jadi. Demikian juga dengan cakrawala, dan binatang-binatang. Tetapi ketika Dia menciptakan manusia, Dia memakai tangan-Nya dan kemudian menghembuskan nafas-Nya. Manusia tidak diciptakan secara produk massal. Kita bukan sabun yang diciptakan semua sama. Allah menciptakan kita secara personal dan kemudian menamai manusia dan memanggilnya “Adam”. Dari situ seluruh nama kita ada. Alkitab menyatakan bahwa sebelum aku lahir, Engkau sudah memanggil namaku sejak dari kandungan. Nama diberikan oleh Allah kepada manusia merupakan tindakan personal dari Allah kepada kita. Bukan itu saja, di taman Eden Allah memberikan perjanjian kepada manusia, suatu relasi perjanjian yang indah. Manusia berelasi dengan Allah di dalam perjanjian itu.

    Dua hal ini, tindakan personal dan juga tindakan untuk relasi menghasilkan suatu keindahan, keharmonisan yang luar biasa. Tetapi ketika manusia berdosa, dia meninggikan diri di hadapan Allah, relasi ini rusak, personalitas dari Allah tidak lagi dihargai, manusia seolah-olah menampar wajah Allah. Harga yang harus dibayar adalah kejahatan demi kejahatan hadir karena pada prinsipnya manusia tidak bisa hidup tanpa kejahatan bila dia tidak hidup di dalam Allah. Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang menyembah. Jika kita tidak menyembah Allah maka kita akan menyembah pribadi yang lain. Dan pribadi yang lain yang ada pada waktu itu adalah iblis. Di situ suatu keindahan itu menjadi suatu kehancuran. Harga yang harus dibayar untuk kehancuran perjanjian ini, kerusakan relasi ini, dan menghancurkan personalitas Allah, menghina Allah secara pribadi adalah kejahatan dan kematian. Dan di dalam waktu yang singkat, Kain membunuh Habel. Manusia diusir oleh Allah, “Menjauhlah dari pada-Ku semua orang yang melakukan kejahatan!”

    Ribuan tahun sesudahnya, kejadian yang hampir sama terjadi di dalam suatu keterbalikan. Dan itu adalah di taman Getsemani, di mana Kristus Anak Allah yang di dalam kitab Roma dinyatakan sebagai Adam kedua. Semua manusia diwakili oleh Adam yang pertama, dan sekarang semua manusia akan diwakili oleh Adam kedua. Adam pertama mau meninggikan diri seperti Allah. Adam kedua adalah Allah Anak yang merendahkan diri-Nya mau menjadi seperti manusia. Anak Allah itu merendahkan diri di taman Getsemani, taman penebusan, berdoa dengan cucuran peluh dan darah, menjadi jalan pendamaian untuk Allah dan manusia. Jalan pendamaian Allah dan manusia ini supaya relasi itu dipulihkan dan manusia dapat kembali mengenal Allah dan menghargai personalitas-Nya. Relasi dipulihkan supaya kita boleh mengenal Allah, dan menghargai siapa Allah yang sebenarnya. Di Eden, relasi dihancurkan dan personal Allah dihina. Di taman Getsemani, terjadi rekonsiliasi terhadap relasi itu membuat kita boleh mengenal Allah dan menghargai kembali pribadi-Nya.

    Taman yang ketiga, taman kuburan Yesus, adalah taman kebangkitan. Di taman kuburan, Kristus bukan saja menyatakan kuasa kebangkitan Allah, tetapi Kristus pertama kali mencari manusia yang berdosa setelah kebangkitan-Nya yaitu Maria Magdalena. Maria Magdalena mewakili kita semua. Dia pergi ke kubur karena simpati dan cintanya kepada Kristus karena setiap orang yang melihat orang yang menderita pasti merasa simpati. Apalagi Kristus adalah orang baik yang mengusir 7 setan darinya. Dia mau mencari Yesus, tetapi Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa dia tidak pernah bertemu Yesus. Cara pandang Maria Magdalena dan tujuan Maria mencari Tuhan adalah salah, karena dia mencari Tuhan yang mati. Ini adalah jalan agama. Setulus dan sebaik apapun kita, kita tidak mungkin ketemu Tuhan karena tuhan yang kita pikirkan berbeda dengan Tuhan yang sejati. Di taman itu, di kubur itu, Maria mencari Yesus yang mati, dia tidak pernah menemukan-Nya. “Siapa yang engkau cari?” Jawab Maria, “Engkau penjaga taman bukan? Tunjukkan di mana jasad Yesus itu ada?” Kemudian Yesus mengatakan kepada dia, “Maria!” Maria terbelalak, membalikkan tubuhnya berkata, “Rabuni (Guru)!” Maria baru menyadari bahwa Dia bukan penjaga taman, tetapi Yesus. Ingatlah perkataan Yesus “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, domba-domba-Ku mengenali suara-Ku”. Bukan Maria yang menemukan Yesus, tetapi Yesus yang mencari dan menemukan Maria.

Maria boleh mengatakan bahwa dia sudah menemukan Yesus, tetapi sebenarnya yang terjadi di taman kuburan itu manusia yang sudah diusir oleh Allah dari taman Eden, Allah Anak datang kepada manusia yang berdosa, memeluknya dan membawa kembali pulang. Dia berseru, “Maria!” Dan sekarang Dia masih berseru memanggil nama setiap kita, mengembalikan semuanya menjadi satu kawanan orang-orang yang ditebus dan dibangkitkan. Dari dalam taman kuburan menuju ke seluruh dunia. Kiranya kebenaran ini hadir dalam hati kita, kiranya Roh Kudus berbicara pada kita semua. Bersyukurlah kepada Tuhan karena suara-Nya dari dalam kubur terus terdengar di seluruh dunia. Di dalam hidup ini, bila kita di dalam kesulitan yang besar, kegelapan, ingatlah tiga taman: Eden, Getsemani, dan taman kubur. Itulah penebusan kita. Kiranya Tuhan dipermuliakan dari semuanya dan kiranya kita semua memuliakan Dia seumur hidup kita.